skip to main |
skip to sidebar
28 November 2009
Siang itu panas sekali. Saya dan Martin memulai perjalanan ke suatu tempat yang tidak pernah saya datangi sebelumnya. Martin mengajak saya untuk mengunjungi tantenya dan sekalian memancing ikan disana.Sebelumnya, Martin bercerita dan berjanji akan mengajak saya kesana untuk memancing dan makan ikan. Dan akhirnya hari itu datang juga. Martin mengajak saya ke sana. Suatu perkampungan yang bernama Maroko di daerah Cililin yang memiliki danau buatan yang bernama Saguling. Perjalanan yang sangat menyenangkan. Sesampainya disana, kami langsung disambut dengan hangat oleh tantenya Martin dan disuguhkan minuman dingin yang menyegarkan. Mulut dan tenggorokan saya langsung terasa sejuk setelah dibasahi minuman itu. Lega sekali rasanya..
Kurang lebih setengah jam berbincang sambil menikmati minuman yang menyegarkan itu, tantenya Martin langsung mengajak kami ke tempat pemancingan yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Berbekal topi yang diberikan tante kepada kami, kami pun dengan sangat antusias menuju ke tempat itu. Sebenarnya yang lebih antusias adalah saya, karena saya sama sekali belum pernah memancing dan ingin sekali mencobanya. Sesampainya disana, mata saya langsung mengitari pulau buatan itu. Dengan wajah tersenyum dan hati gembira, saya tak ragu melangkahkan kaki menuruni bukit yang terdapat jalan setapak seperti tangga yang dibuat secara alami dari tanah. Perlahan kami pun sampai di bawah dan berada di depan danau buatan tersebut. Terlihat beberapa sampan di sekitar kami. Untuk dapat pergi ke tempat pemancingan, kami harus menggunakan sampan. Awalnya, saya sangat takut karena saya belum pernah naik sampan dan tidak tahu bagaimana rasanya berada di tengah danau dengan menggunakan sampan. Satu pertanyaan yang langsung melekat di kepala saya saat menaiki sampan, yaitu kalau saya tiba-tiba jatuh gimana nasib saya? saya kan tidak bisa berenang! Saya tidak boleh takut. Kalau saya takut, saya tidak akan bisa belajar memancing dan tidak bisa merasakan bagaimana rasanya berada di atas sampan yang mengapung di atas air. Akhirnya kami sampai di tempat pemancingan milik tantenya Martin. Saya senang, ternyata saya bisa sampai dengan selamat ke tempat pemancingan. Cukup hanya menjalankan perintah tantenya Martin tentang cara menaiki sampan. Injak dengan menggunakan kaki kanan tepat di tengah sampan lalu duduk dan jangan banyak bergerak karena kita harus menjaga keseimbangan badan di atas sampan.
Indah sekali pemandangan di sana. Udaranya pun sejuk dan segar. Terasa angin sepoi - sepoi menyentuh kulit saya dan berbisik di telinga saya. Senang sekali berada disana. Satu hal yang terlihat dan saya rasakan saat itu yaitu bahagia, tawa serta senyuman. Benar - benar liburan yang sangat menyenangkan walaupun hanya sehari tetapi saya puas. Di sana kami makan siang dengan ikan hasil memancing. Rasa ikannya lebih "fresh". Saya senang bisa belajar memancing. Dua ekor ikan hasil memancing kami bawa pulang untuk dimakan di kosan.
Hari sudah semakin gelap. Kami pun pamit pulang. Martin memiliki tante yang ramah dan baik. I like her, I hope she likes me too. Thanks bear for the beautiful holiday. Thanks aunt for your kind and friendly. Kapan - kapan kita main kesana lagi yah bruang... heheh.
Saya dan Martin tidak lupa mengabadikan liburan indah ini lewat foto-foto. Here there are...



.

.