Temanku malang sekali

>> 11 Januari 2010

Seorang teman bercerita tentang apa sebenarnya yang diinginkan seorang lelaki saat dia berkata,

" Aku sayang kamu. Aku tidak ingin menyakitimu lagi. Tapi aku takut suatu saat mengulang perbuatan buruk ku yang menyakiti hatimu. Aku masih ingin menikmati kesenanganku bersama para wanita. Sebaiknya kita seperti ini saja, menjalaninya dengan hubungan tanpa status. Tapi yang pasti kamu adalah seseorang yang aku sayang sampai saat ini".

Kira-kira seperti itu kata-kata yang terekam di kepalaku saat seorang teman bercerita dengan wajah murung. Sejenak aku terdiam dan berkata dalam hati, " Temanku malang sekali!"

Aku hanya bisa mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut temanku. Entah sudah berapa ratus kata yang diucapkannya untuk menjelaskan semua kekesalannya terhadap orang yang disayanginya selama ini. Sebenarnya aku sangat bingung dengan pernyataan lelaki yang disayangi temanku. Apakah kata "aku sayang kamu" hanya sebagai bahan penyedap dalam rangkaian kata-katanya? Bahan penyedap untuk membuat telinga temanku tidak panas dan hatinya tidak terbakar. Mungkin memang begitu cara lelaki itu mempermainkan perasaan temanku.




Temanku malang sekali!

Atau, apakah sebenarnya arti dari pernyataan lelaki yang disayangi temanku?
Bukankah itu merupakan pernyataan yang sangat membunuh perasaannya?
Aku tidak berani berkata apa-apa kepadanya. Aku hanya diam dan mendengarkan... walaupun hanya mendengarkan, terlihat "kepuasan" di wajah temanku. Kepuasaan mengeluarkan semua kekesalannya.

Apa yang terbersik di pkikiranmu saat seseorang menyatakan satu pernyataan seperti itu?
Mungkin sebaiknya lupakan dia dan jangan berharap semuanya akan kembali seperti dulu,
atau...
????

1 comments:

write over the rainbow Sabtu, April 03, 2010 5:14:00 PM  

hmmmm...

agak nyepet aku.
dia ngomong sayang, tp ternyata dia lebih suka hubungan yang tak ada status dan dia bisa melenggang pergi dengan perempuan lain.

mencium ku, tapi seperti itu ciuman rasa bersalah yang dia rasakan.

dan aku, tidak mengharapkannya lagi.

teman mu yang satu ini, malang juga ya nasibnya. :)

Poskan Komentar

 
Made by Lettersfromyoshi