Si hati dan si Otak tidak akur
>> 25 Mei 2010
Si hati
si Otak
Tetapi, sekali waktu langit menghitam hanya ada bulan tanpa bintang. Dimana bintang? saya juga tidak tahu kemana perginya sang bintang itu. Langit semakin hitam menakutkan membuat bulan semakin jelas terlihat menyeramkan. Apakah bulan sedang menangis di atas sana? dimana bintang? apakah sang bintang tidak mengerti perasaan si bulan malam ini? Bulan sangat sedih, tapi bintang tak kunjung datang. Bintang dan bulan! Saling melengkapi tapi kadang kala bulan dengan anggun menampakkan wujudnya tanpa bintang di langit hitam mencekam itu. Hari berikutnya, lihatlah langit malam sangat cerah. Si bulan mengeluarkan sinar paling indah yg dia miliki dan satu lagi lihatlah sang bintang. Dia ada dimana - mana bertebaran di langit malam untuk menemani si bulan sampai waktunya tiba untuk beristirahat. Sangat indah langit malam hari ini, tidak seperti kemarin.
Mengapa si lelaki dan si perempuan yang saling menyayangi ini tidak bisa seperti si bulan dan sang bintang? Mengecewakan! Keduanya benar-benar memiliki otak yang kuat. Suatu waktu si perempuan meluapkan kelelahannya yang sangat mendalam begitu juga si lelaki. Bagaikan bom atom! Entah apa yang ada di hati si lelaki dan si perempuan. Si perempuan hanya bisa berkata:
"Lelah sekali mengalami kejadian yang itu-itu terus. Hanya persoalan itu - itu saja, org lain jg bosan mendengarnya dr mulut ini. Bahkan mulut ini dan diri ini LEBIH BOSAN merasakannya berulang kali... Sampai otak pun enggan berputar. Tapi mengapa hati masih dengan giatnya bekerja?"
Maafkan si otak yah hati, bukannya dia tidak ingin menyatukan pendapat denganmu. Tapi masalahnya adalah otak sangat kelelahan memikirkan masalah yang itu - itu terus. berkali - kali sampai hampir korslet. Si otak tidak ingin mati begitu saja. Dia hanya ingin beristirahat melupakan masalah itu. Mohon pengertian si hati!
Hati memang sangat giat bekerja, walaupun si hati merasakan sakit tapi dia tetap bekerja. hati memang sangat jujur. Jika masih cinta dia akan bilang cinta dan akan terus bekerja sampai akhirnya cinta itu memang benar-benar pergi jauh tanpa pengharapan. Itulah si hati. Dia akan selalu tetap setia dengan apa yang dirasakannya.
Tapi si otak? ehm, si otak memang sedikit realistis. Kalo cape ya cape. Cape artinya waktunya untuk berhenti dan meninggalkan yang lalu.






1 comments:
bagus ni kata-kata lo ci,kayanya ada emosi yang terlibat haha
makanya si otak dan si hati punya kekurangan dan kelebihan berbeda tapi semua itu bisa di atasi kalo si hati mengerti kinerja otak ga bisa terus berkerja dan memberikan perasaan yang tulus untuk si otak beristirahat buat hari esok.
dan begitu pula kalo si hati terlalu berkerja keras maka tugas nya si otak memberika pemikiran yang relistis untuk si hati agar jangan terus berkerja tampa bantuan dari si otak karena hati berkerja tanpa otak tidak akan memberikan hasil apa pun cuma menjadi kerak-kerak penyakit di dalam hati dan otak tersebut..
keren ci gw suka
Poskan Komentar